Helvry Sinaga
Siapa yang memberi kehidupan?
Bukan matahari, bukan pula lampu-lampu kristal yang indah.
Tapi Tuhan yang empunya semesta ini.
Helvry Sinaga

Kadang, tanpa disadari dalam berhubungan dengan orang lain, kita telah melukai perasaan orang lain dengan kata-kata kita. Apakah itu lewat sms, email, telpon, atau bertemu langsung. Begitu juga diriku ketika merenungkan apa yang terjadi di hari-hari kemarin.
Karena terlalu bersemangat (kah?) sehingga lupa kalau teman bicara menjadi sedih/kecewa. Aku mungkin belum berbuat banyaka, namun hal itu menjadi pembelajaran bagiku bahwa menjadi dewasa adalah proses SETIAP HARI.

Warm regards,

thedreamer
Helvry Sinaga



Menyayangi makhluk Tuhan, bukti kita mengasihi Sang penciptanya bukan??
Helvry Sinaga
Tuhanlah yang memberi pertumbuhan, karena itu tidak usah khawatir...............Tenanglah jiwaku
Helvry Sinaga

jika jalan begitu lurus, apa tetap pilih jalan pintas??
Helvry Sinaga
seandaainya aku bisa terbang mencapai tingginya langi dan berbaring di atas awan. Merasakan betapa lembutnya usapan mentari........
way
Helvry Sinaga

ah.....jalan ini masih panjang, terlalu sia-sia jika dibuang percuma. aku hanya takut jika tidak dapat mengulangi kesempatan itu lagi.
Posted by Picasa
Helvry Sinaga

aku suka dimana saat-saat dimana aku haus akan ilmu. walau terkadang merasa berdosa karena tidak dengan serius menjalaninya. bertemu dengan teman-teman setiap hari lebih menyenangkan daripada bertemu setumpuk buku. sebuah kelas kecil menjadi petualangan mengasyikkan.
Helvry Sinaga

bergairah menghadapi setiap keadaan. memberi warna di setiap kesempatan.
Helvry Sinaga
ide ini tiba-tiba terlintas ketika aku mengambil gambar bagian dalam dari sebuah lubang angin, seolah mengintip ke dalam. Seperti seorang jemaat yang mengintip apakah kebaktian sudah dimulai? lokasi: Gereja Annai Velangkani.