Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Helvry Sinaga

Puisi Goenawan Mohamad


PAMERAN SENI RUPA SLENCO
No Signal - BAMBANG PRAMUDIYANTO 2012 MIXED MEDIA 150 x 200 cm





Tentang Usinara

Usinara, yang menyerahkan jangat dan darahnya untuk

menyelamatkan seekor punai yang terancam kematian,

tahu dewa-dewa tak pernah siap. Mereka makin tua.

Langit menggantungkan dacin pada tiang lapuk Neraka

sejak cinta dibunuh. Timbangan terlambat. Telah tujuh

zaman asap & api penyiksaan mengaburkan mata siapa

saja.



Di manakah batas belas, Baginda? ”Mungkin tak ada,”

jawab Usinara. Ia hanya menahan perih di rusuknya

ketika tujuh burung nasar sibuk di kamar itu, (tujuh,

bukan satu), merenggutkan dagingnya, selapis demi

selapis.



Sering aku bayangkan raja yang baik hati itu tergeletak

di lantai, memandang ke luar pintu, melihat debu sore

dan daun-daun yang pelan-pelan berubah ungu. Ia ingin

punai itu segera lepas. ”Ayo, terbang. Aku telah

menebus nyawamu,” ia ingin berkata. Tapi suaranya

tak terdengar.



Sementara itu, di sudut, si punai menangis: ”Tak ada

dewa yang datang dan mengubah adegan ini jadi

dongeng!” Usinara hanya menutup matanya. Ia tahu

kahyangan adalah cerita yang belum jadi.


2012
Helvry Sinaga
Jalan Panjang Sang Sastrawan MELODIA 50 X 70 CM Akrilik di atas kertas




Tentang Sebuah Rumah

Perempuan itu masuk ke dalam ruang yang kosong dan berkata:

Mari kita mulai tinggal di sini.

Laki-laki itu menggeleng dan menjawab:

Ruang ini bahkan belum menjadi ruang. Ia hanya sesuatu yang

kosong.

*

Perempuan:

Mengapa kamu membangun dinding di sekeliling rumah kita?

Laki-laki:

Agar ia jadi sebuah rumah. Bukan dua buah.