Showing posts with label Foto. Show all posts
Showing posts with label Foto. Show all posts
Helvry Sinaga
Seberapa tahukah kita akan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia? Seberapa banyak saluran informasi yang tersedia untuk mengabarkannya pada kita? Pengalaman saya selama ini dalam mengunjungi tempat-tempat menarik, kebanyakan bersumber dari para traveller yang menulis kisah perjalanan mereka atau dari mereka langsung. Sebagai contoh, objek wisata pantai di Kiluan, Lampung, pertama kali saya dengar dari buku "Meraba Indonesia" Farid Gaban. Beberapa traveller menuliskan di blog mereka atau menerbitkan buku kisah perjalanan mereka. Tetapi itu masih jauh dari cukup. Coba lakukan survey sederhana di sekitar kita, teman-teman Anda lebih banyak tahu mana, tempat-tempat wisata di luar negeri atau dalam negeri?
Helvry Sinaga
Sekitar dua minggu lalu, saya mengunjungi Museum Fatahillah di kota tua. Sudah tersohor bekas gedung pemerintahan VOC itu sangat banyak dikunjungi orang sembari berfoto. Saya menggunakan kamera pocket Kodak milik teman saya. Bersama dengan teman-teman jadilah beberapa foto pilihan berikut.

Tri Mises

Di depan Papan Tulis

Dua Orang yang Beristirahat

Tanpa Tripod


Setelah berfoto di dalam gedung, akhirnya saya mencoba fasilitas panorama yang ada dalam kamera tersebut, dan kemudian mencoba mengambil gambar bangunan itu. Saya berjalan kurang lebih 40-50 meter, menyetel panorama mode, dan saya puas setelah melihat previewnya di viewfinder kamera tersbut, namun setelah melihat di laptop, hasilnya seperti ini.

Saya membayangkan tadinya gambarnya sudah seperti di prangko-prangko itu, tapi ternyata masih jelek.



Setelah baca Kompas kemarin (7/8/2012), barulah tau kalau ternyata ada software yang bisa menggabungkan foto parsial menjadi satu gambar utuh, yaitu Photostitch dari Canon. Dan ternyata itu ada dalam dus Canon saya...*pentung* Dan hasilnya bisa seperti ini


Dan yang menarik, foto yang disebabkan salah perspektif bisa juga menarik seperti berikut:


Namun sepertinya salah perspektif yang saya lakukan di atas dan di bawah ini, masih jauh dari sempurna. Masih harus sering berlatih lagi :)

Dermaga Pulau Pramuka


Helvry Sinaga
Beberapa kali melihat foto-foto Jakarta tempo dulu, membuat saya membayangkan suasana kota dan orang-orangnya. Beberapa tempat yang pernah saya lewati, sepertinya tidak menggambarkan keadaaan seperti di foto tersebut. Beberapa bangunan mungkin masih tegak berdiri, dirawat dan dipergunakan, seperti Istana Merdeka, Gereja GPIB Imanuel, Museum Fatahillah dan sebagainya. Namun Gedung Harmonie, Hotel Des Kapital sudah tidak ada lagi.

Saya terinspirasi membuat foto-foto semacam ini. Apa yang dapat diceritakan oleh gambar? Pertama, Perjalanan napak tilas pun dapat dibahasakan dengan dua buah gambar. Apa yang kita lihat antara zaman dulu dan sekarang merupakan suatu perubahan. Masa dulu dan masa sekarang terhubung oleh waktu dan apa yang kita lihat sekarang ini merupakan cerminan masa lalu. Sebuah gambar jauh lebih banyak menceritakan suasana dibanding paragraf-paragraf tulisan. Apalagi bila mampu menyandingkan antara gambar masa lalu dan gambar masa kini. Sangat terasa perbedaan suasananya. Dan saya suka dengan konsep penyandingan foto tersebut, seperti foto yang dimuat di harian Kompas Juli 2012 berikut ini. 











Permasalahannya sekarang adalah seberapa banyak ketersediaan gambar-gambar tersebut dan dimana dapat memperolehnya? selain itu, seberapa banyak pula tempat-tempat tersebut tersedia hingga saat ini sehingga dapat dilakukan perbandingan?


Labels: 5 comments | | edit post
Helvry Sinaga

Hampir setiap hari hujan menyapa. Ada suatu kenikmatan tersendiri menikmati rintik hujan dalam kehangatan rumah. Pada satu artikel saya membaca bagaimana memperoleh gambar ciamik dari sebuah hujan, namun dengan tetap menjaga agar kamera tidak kebasahan.
Gambar di atas dari sebuah taman, pas selesai hujan. Masih jauh dari imajinasi saya. Masih belajar lagi.
EOS 550D
1/50
f/5.6
ISO 100
Helvry Sinaga
Ini foto dulu sebelum kita berangkat ke kantor gubernur di Padang Desember lalu. Seperti biasa, kita akan cari korban yang mau motoin kita. Kali ini adalah satpam hotel.
Kenapa yang ada label Sold-nya adalah embak-embak. Awalnya sih mau nutupin tanggal yang ada di kanan bawah, kok nggak nemu-nemu yang cocok. Akhirnya ketemu yang sold ini, dan berhubung harena dia satu-satunya dari kita berempat yang sudah merid. jadilah dicocok-cocokkan. hahaha.

Kenapa pakai topi and syal segala, gara-gara nyobain fasilitas editing pada photobucket, eh nggak taunya bisa yg kayak beginian..Seru banget daah..nggak terasa kerjaan pun ditinggal. hehehee

PS. Ket Gambar
(dari kiri ke kanan)
Arlin-Helvry-Mbak Tari-Bayu.
Lokasi: Hotel Pangeran Beach, Padang
Helvry Sinaga

ini ngambilnya dengan kecepatan rendah, trus kameranya diputer-puter, jadinya seperti begini. Lucu yaaa...
Helvry Sinaga
begonya...ku baru menyadari, ternyata logonya ini ada huruf "C"nya...begbegbegbegbegbegbeg
Helvry Sinaga

makan singkong goreng dengan teh hangat sore-sore
di beranda rumah ini
melihat burung-burung berkejaran di lautan
Ahhh nikmat sekali hidup ini.

thanks Lord.
Helvry Sinaga

Thanks for Mb Niniek who have taken this pic :)
Helvry Sinaga

Terimakasih Tuhan buat matahari yang Kau ciptakan
rona merahnya membuatku terpesona...
Thanks Lord....
Helvry Sinaga
Saatnya berkontemplasi,
seraya memandang ciptaan Tuhan,
sejauh mata memandang.......
syukur tak terkatakan

Helvry Sinaga

Rasanya tenang sekali hati ini ketika duduk-duduk di tempat ini. Saat dimana mengumpulkan kembali inspirasi dan motivasi. Terkadang kita terlalu melihat diri sendiri, sehingga lupa mengagumi ciptaanNya. Tidak harus menjadi anggota klub pendaki gunung baru bisa mencintai alam, tetapi hal itu dekat sekali dengan kita. Mungkin saja kita tidak menyadarinya.


Helvry Sinaga

Helvry Sinaga
Tiga lilin kita nyalakan....


Helvry Sinaga
dari lantai 8 Hotel Ibis Slipi, aku mengambil foto ini, cuman nggak tahu kenapa kok bisa kelihatan miring ya....

Tau ach........


Helvry Sinaga

Gereja Protestan Maluku Maranatha, gereja tertua yang ada di Ambon. Gambar yang diambil pada Bulan November 2007 ketika sedang bertugas di Ambon. Bangunannya klasik, khas bangunan Eropa. Sayangnya aku belum sempat masuk ke dalamnya, karena tidak sempat.
One day I'll be there

Helvry Sinaga

Bongkar-bongkar isi laptop, ketemu file gambar ini ketika sedang tugas di Pandeglang. Ini masih sedikit contoh dari berapa banyaknya jalan rusak. Tidak tahu apa penyebabnya, apakah memang mutu material jalannya, atau karena alam.

Mudah-mudahan tidak terjadi kecelakaan.




Helvry Sinaga

Mengambil angle dermaga, sepertinya menjadi "keahlian" ku. Saya suka dengan suatu bidang yang lurus, terkesan tidak "nyeni" karena kaku sekali. Gambar ini diambil di suatu senja yang berlokasi di Danau Toba, di depan kamar tempat saya menginap. Sayang sekali, saya tidak mencoba dengan ISO yang berbeda, kelihatannya gambarnya kurang tajam dan warnanya tidak kontras. Andaikan saja ada perahu yang tertambat disitu, pasti manis sekali.


Helvry Sinaga
Masa anak-anak adalah masa yang paling bahagia. Masa dimana kejujuran, integritas dan idealisme bukanlah sesuatu istilah yang jauh panggang dari api. Pembentukan karakter dan watak bagi bekal mereka. Bagaimana mereka kelak dewasa, adalah cerminan bagaimana orangtua mendidiknya. Lalu, sudah siapkah kita menjadi orangtua? apakah harus orangtua yang mendidiknya?
Masa depan bangsa ini, ada di tangan mereka....






Helvry Sinaga
Ketika kita melihat birunya langit, putihnya awan, segarnya udara pagi, dan merdunya suara kicau burung, seharusnya kita sadar siapa yang menciptakannya? Adakah kita memelihara ciptaanNya itu?