Bagaimana rumah yang ideal menurut Anda? yang jelas, rumah adalah sumber inspirasi. Terserah bagaimana orang menilainya, namun kita sendiri merasa nyaman dan tenang tinggal di dalamnya. Ngomong-ngomong soal rumah, rumah seperti apa yang kau impikan?
Sekarang ORI (Oblgasi Ritel Indonesia) sudah keluar yang edisi 7. Edisi ini mengusung tema Go Green, keren juga yaa seperti edisi prangko aja. Ayo siapa yang mau berminat membeli ORI. Kupon bunganya 7,95% per tahun pembayaran tiap tanggal 15 tiap bulan minimum pemesanan Rp5.000.000 berapa dapatnya, tinggal kali aja 7,95% x 5.000.000. Sebelum kena pajak (20%).
apa dengan keberadaan teknologi yang namanya blackberry, facebook, twitter, friendster, yahoo messenger, goggle talk, dan sebagainya akan membuat manusia akan 'berhemat' menggunakan mulutnya? Kadang masih lebih baik gagal teknolgi (galtek) daripada gagap teknologi (gaptek). Sepertinya suatu saat akan ada titik jenuhnya dimana orang-orang akan merindukan suasana 'kopi darat' dibanding 'sekali di udara tetap di udara'.
Indonesia masih belum membuat investor asing tertarik berinvestasi seperti di Malaysia dan Singapura. Menurut Christos N Pitelis, peneliti dari Universiti of Cambridge, bukan ukuran suatu negara membuat negara itu menjadi lebih unggul. Hal yang membuat negara kecil seperti Malaysia dan Singapura unggul adalah menyediakan insentif setinggi-tingginya dan menekan korupsi.
Pesan Bill Hewlett untuk memenangi persaingan harus jelas ukuran sasaran yang ingin dikejar. "Anda tidak akan mampu mengelola sesuatu yang tidak bisa anda ukur. Apa yang sudah terukur harus dapat dipastikan untuk terkejar."
Nice picture. Tapi jika tau konteksnya sangat menyedihkan. Ini adalah gambar petani yang sedang memanen di Kabupaten Bandung Jawa Barat. Ia melakukan pekerjaan panen di malam hari karena cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini. Apa relevan "ladang yang sudah menguning dan siap untuk dituai?". Jika konteksnya seperti gambar di atas, sepertinya tidak. Ada faktor lain yang tak kuasa dikehendaki sang pemanen.
hasil pandangan mata dari pesta buku jakarta 2010. Sempat sebel juga karena nggak sempat ngunjungin stand mizan dan kelompok gramedia. Namun, senang juga. Paling tidak, daftar tunggu bacaan semakin panjang. Judul buku dari bawah ke atas: 1. Orang Arab di Nusantara 2. Sejarah Tokoh Bangsa 3. Gajah Mada 4. Kuasa Wanita Jawa 5. Nyai dan Sejarah Pergundikan di Hindia Belanda 6. Napoleon 7. Kehidupan di Timur Tengah Sebelum Masehi 8. Dua Konteks 9. Etika Kristen 10. Alkitab versi studi
dan masih ada beberapa judul lain yang belum masuk dalam "rombongan" foto ini.
Cat. Satu buku yang "aneh" dudukannya dalam tumpukan, adalah bonus agenda 2010 dari LAI. Baik banget dikasih gratis.
Kemiskinan. Apakah kita cukup terbiasa dengan kata itu, sehingga kita abai? apakah hati tidak miris melihat di negeri yang kaya ternyata kita miskin? tanggung jawab siapa kah?