Helvry Sinaga
Judul: Payung
Penulis: Veridiana
Kompas, 26 Juni 2011

sumber: http://cerpenkompas.wordpress.com/2011/06/26/payung/

Saya baru tahu istilah ojek payung setelah bermukim di Jakarta. Sebelumnya saya pernah mendengar cerita dimana ada ibu yang memiliki dua orang anak. Ia selalu resah bila hari hujan, maka anakny yang pegang payung akan menyewakan payungnya, sementara anak satunya yang berjualan es krim tidak akan laku. Demikian juga sebaliknya, ketika hari panas, anaknya yang berjualan es krim saja yang mendapat rezeki, sementara yang menyewakan payung tidak ada.

Cerpen ini menggambarkan mimpi seorang anak kecil yang berkeinginan untuk memiliki lebih dari satu payung. Payung sebagai simbol pencari rezeki. Sungguh kasihan melihat anak-anak seusia muda sekali sudah memikirkan betapa beratnya hidup. Ia terlalu cepat untuk mengetahui kejamnya dunia.

Lewat cerita ini, paling tidak saya bisa bersyukur. Tuhan memelihara orang tua dan lewat pendidikan. Suatu saat ketika saya melihat ojek payung menawarkan jasa payungnya, saya akan tahu mimpi anak-anak pengojek payung.


Labels: | edit post
0 Responses

Post a Comment